Pernah meraba ada benjolan kecil di belakang telinga, lalu langsung kepikiran yang macam-macam? Tenang dulu. Sebagian besar benjolan di belakang telinga sebenarnya tergolong jinak dan bukan tanda penyakit serius.
Meski begitu, kamu tetap perlu tahu cara mengenalinya, supaya tahu mana yang aman kamu amati di rumah dan mana yang sebaiknya segera kamu periksakan. Jadi, artikel ini akan membahas penyebabnya, ciri-cirinya, cara mengatasinya, sampai kapan kamu perlu ke dokter.
Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Benjolan di belakang telinga muncul karena beberapa hal. Berikut yang paling sering terjadi:
- Pembengkakan kelenjar getah bening — biasanya muncul saat tubuh sedang melawan infeksi seperti flu atau radang tenggorokan, lalu mengempis sendiri setelah infeksinya membaik.
- Lipoma — gumpalan lemak lunak yang bisa kamu geser dan umumnya tidak nyeri.
- Kista — kantung berisi cairan yang terasa kenyal di bawah kulit.
- Bisul atau jerawat — akibat infeksi pada folikel rambut, jadi biasanya terasa nyeri dan kemerahan.
Karena penyebabnya beragam, ciri benjolannya pun berbeda-beda. Misalnya, kelenjar getah bening cenderung nyeri saat kamu tekan, sedangkan lipoma justru terasa lunak dan jarang sakit.
Ciri Benjolan di Belakang Telinga yang Biasanya Jinak
Secara umum, benjolan di belakang telinga cenderung jinak kalau menunjukkan ciri berikut:
- Terasa lunak atau kenyal saat kamu sentuh
- Bisa kamu geser, tidak menempel keras ke jaringan
- Ukurannya stabil, tidak membesar dengan cepat
- Tidak terasa sakit, atau cuma nyeri ringan saat kamu tekan
Jadi, kalau benjolanmu terasa kenyal, bisa kamu geser, dan tidak sakit, biasanya kamu masih punya ruang untuk mengamatinya beberapa minggu sambil merawatnya di rumah.
Kapan Benjolan di Belakang Telinga Perlu ke Dokter?
Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak kamu tunda. Segera periksakan ke dokter kalau benjolan menunjukkan ciri berikut:
- Tumbuh cepat dalam hitungan minggu
- Terasa keras seperti batu dan tidak bisa kamu geser
- Sama sekali tidak nyeri padahal terus membesar
- Muncul bareng demam, nyeri telinga, gangguan pendengaran, atau berat badan turun
- Kulit di atasnya luka, berdarah, atau berubah warna
Tanda-tanda ini belum tentu berbahaya. Akan tetapi, lebih baik kamu memeriksakannya lebih awal daripada menunda sesuatu yang seharusnya tertangani sejak dini.

Cara Mengatasi Benjolan di Belakang Telinga
Perawatan sederhana di rumah
Untuk benjolan ringan yang belum menunjukkan tanda bahaya, kamu bisa mulai dari langkah sederhana berikut:
- Jaga kebersihan area belakang telinga
- Kompres hangat 10–15 menit beberapa kali sehari untuk membantu meredakan pembengkakan
- Hindari memencet atau menusuk benjolan, karena justru berisiko memperparah
- Istirahat cukup dan perbanyak makanan bergizi supaya daya tahan tubuh tetap terjaga
Perawatan herbal dari luar
Selain itu, sebagian orang memilih perawatan dari luar memakai minyak oles herbal untuk membantu kenyamanan di area benjolan, terutama untuk benjolan jinak seperti lipoma atau pembengkakan kelenjar. OILIFE, misalnya, adalah minyak oles herbal yang diformulasikan khusus untuk masalah benjolan di permukaan kulit. Kamu cukup mengoleskannya tipis pada area benjolan, asal tidak ada luka terbuka. Produk ini juga sudah terdaftar BPOM dengan nomor TR266027801.
Meski begitu, perlu kamu ingat bahwa perawatan herbal sifatnya membantu, bukan pengganti diagnosis dokter. Untuk panduan pemakaiannya, kamu bisa baca cara pakai OILIFE sesuai jenis keluhan.
Benjolan di Belakang Telinga pada Anak
Pada anak, benjolan di belakang telinga juga sering muncul, dan umumnya berupa pembengkakan kelenjar getah bening saat anak sedang melawan infeksi. Biasanya benjolan seperti ini mengempis sendiri seiring kondisinya membaik. Kalau kamu ingin memakai OILIFE untuk anak, sebaiknya untuk usia 3 tahun ke atas, dan konsultasikan dulu ke dokter kalau ragu.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Benjolan di belakang telinga bisa hilang sendiri?
Banyak yang bisa, terutama kalau penyebabnya kelenjar getah bening yang membengkak karena infeksi. Setelah infeksinya membaik, benjolannya ikut mengempis. Namun, kalau benjolan menetap lebih dari 2–3 minggu, sebaiknya kamu periksakan.
Kenapa benjolan di belakang telinga tidak sakit?
Benjolan yang tidak nyeri sering berupa lipoma atau kista, dan umumnya jinak. Walau begitu, benjolan yang tidak sakit tapi terus membesar tetap perlu kamu periksakan ke dokter.
Bolehkah benjolan di belakang telinga dipencet?
Sebaiknya jangan. Memencet justru bisa memicu infeksi atau peradangan. Jadi, lebih aman kamu kompres hangat dan amati perkembangannya.
Berapa lama benjolan di belakang telinga hilang?
Hal ini tergantung penyebab dan ukurannya. Untuk benjolan ringan, beberapa minggu perawatan rutin biasanya sudah mulai memberi perubahan.
Masih Ragu? Konsultasi Dulu
Masih bingung dengan benjolan di belakang telingamu, atau mau tanya soal pemakaian OILIFE? Kamu bisa konsultasi gratis lewat WhatsApp. Jadi, jangan ragu untuk bertanya dulu sebelum memutuskan.
Baca juga: Benjolan di Leher: Penyebab & Cara Mengatasinya · Obat Benjolan Sesuai Jenisnya
Tinggalkan Balasan